Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Orang Gendut Tidak Percaya Diri

Written By Unknown on Rabu, 20 Juni 2012 | 00.49

Orang Gendut Tidak Percaya Diri Ketika berat badan mulai memasuki angka "rawan", banyak perempuan yang mati-matian berusaha menurunkannya. Namun ketika kepalang tanggung sudah tergolong overweight, perempuan cenderung menutup mata. Hal ini terlihat dari sebuah studi, yang menunjukkan bahwa satu dari empat perempuan gemuk merasa tak punya masalah dengan berat badannya.

Para ibu muda khususnya, berisiko mengalami obesitas, namun tidak menyadari bahwa berat badan mereka ketika hamil masih belum turun, demikian menurut para peneliti dari University of Texas, Amerika. Sedangkan para pakar kesehatan Inggris mengatakan bahwa populasi yang semakin besar dan semakin gemuk ini dinilai orang sebagai sesuatu yang normal saja.

Dari 2.000 lebih perempuan usia 18 - 25 tahun yang disurvei mengenai berat badan dan persepsi mereka mengenai ukuran tubuh, setengahnya dianggap overweight atau obesitas, berdasarkan indeks massa tubuh mereka. Sekitar 25 persen dari perempuan overweight ini salah menanggapi berat tubuh mereka, dengan mengatakan bahwa berat badan mereka normal saja, bahkan underweight! Dengan sendirinya, dibanding perempuan dengan berat normal lain, mereka cenderung kurang menerapkan gaya hidup sehat.

"Sejak angka obesitas meningkat, banyak perempuan yang mengira bahwa overweight itu normal saja," kata Dr Mahbubur Rahman, salah satu peneliti.

Kebalikan dari fakta tersebut, studi yang diterbitkan di jurnal Obstetrics and Gynaecology ini juga mendapati bahwa satu dari enam perempuan dengan berat normal justru keliru menanggapi bentuk badan mereka dan merasa gemuk.

Mengabaikan kondisi tubuh yang sebenarnya overweight ini sebenarnya berbahaya. Sebab, hal ini mendorong mereka untuk tidak menghiraukan masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh obesitas, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. The National Audit Office, misalnya, memperkirakan bahwa obestias telah menyebabkan setidaknya 30.000 kematian setiap tahunnya di Inggris. Masih mau cuek dengan bobot badan yang berlebih Orang Gendut Tidak Percaya Diri
00.49 | 0 komentar | Read More

Perbedaan Gendut Dan Obesitas

Perbedaan Gendut Dan Obesitas Banyak yang tak sependapat tentang overweight dan obesitas. Kebanyakan dari kita menganggap kalau obesitas itu ya kelebihan berat badan (overweight). Kenyataannya, tak semua orang gemuk itu mengalami obesitas, dan banyak orang yang sebenarnya telah mengalami obsesitas tak menyadari ancamannya, yang jelas keduanya berbeda. Agar tidak salah, intip perbedaannya di sini.

1. Overweight
Overweight atau kegemukan biasanya terjadi ketika jumlah cadangan lemak dalam tubuh berlebih. Inilah yang menyebabkan berat badan (BB) seseorang melebihi normal. Walau masih dalam taraf wajar, kegemukan bisa memengaruhi bentuk tubuh dan penampilan Anda. Jika dibiarkan, ini bisa memicu obesitas. Ibarat lampu lalu lintas, kegemukan itu lampu kuning, memperingatkan Anda untuk hati-hati.

2. Obesitas
Obesitas terjadi ketika jumlah cadangan lemak sudah overload dan memiliki potensi mengganggu kesehatan tubuh dan menimbulkan banyak penyakit berbahaya. Lampu merah sudah menyala jika Anda termasuk dalam kategori ini. Segera hentikan lajunya, ini merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Setiap tahun, angka penderita obesitas semakin meningkat. Kurang gerak dan makan berlebih dinilai sebagai penyebab utama.

3. How Big is Your Fat?
Tak perlu pusing-pusing memikirkan apakah Anda masuk dalam kategori normal, overweight, atau obesitas. Banyak cara yang bisa digunakan, antara lain:

a. BMI
WHO telah menyiapkan standar baku pengukuran berat badan yang dikenal dengan istilah body mass index (BMI). Cukup sediakan kertas atau kalkulator, Anda akan segera tahu jawabannya.

BMI = Berat badan (satuan kg) : tinggi badan kuadrat (satuan meter)

Contoh: Jika berat badan 66 kg dan tinggi 155 cm (1,55 m). Maka perhitungannya: BMI = 66 : (1,55 x 1,55) = 66 : 2,4 = 27,5 (overweight).

Lihat hasil perhitungan Anda, dan lihat hasilnya di bawah ini:

Kategori:
Clinically underweight (14,0-16,0)
Underweight (17,0-18,4)
Normal (18,5-25,0)
Overweight (25,1-30,0)
Obese (30,1-40,0)
Clinically Obese (>40,0)

b. Ukur lingkar pinggang
Hasil BMI juga perlu diimbangi degan pengukuran jumlah lemak di perut, lengan, serta paha. Hati-hati jika perut membuncit, timbunan lemuk di daerah perut berisiko tinggi dibanding bagian tubuh lain. Lemak perut memicu terjadinya keracunan organ hati Perbedaan Gendut Dan Obesitas.

c. Besar lingkar pinggang
Pria: risiko obesitas >90 cm
Perempuan: risiko obesitas >80 cm
00.47 | 1 komentar | Read More

Obesitas Bukan Masalah Untuk Hamil

Obesitas Bukan Masalah Untuk Hamil Orang yang overweight atau obesitas sering dianggap memiliki risiko yang tinggi. Masalahnya bukan cuma bagaimana memilih baju hamil yang cocok, tetapi juga problem kesehatan yang harus dihadapi. Bila semasa masih gadis sudah obesitas, mungkinkah perempuan bisa hamil normal? Problem apa yang akan dihadapi?

Perempuan dengan indeks massa tubuh (IMT) di atas 25, yang dianggap overweight, memang lebih cenderung mengalami kondisi kehamilan tertentu seperti diabetes gestasional (diabetes yang dialami semasa hamil). Risiko ini akan meningkat bila IMT Anda 30, atau di atasnya (dikategorikan obesitas). Meskipun begitu, berbagai kondisi ini bisa diatasi, bahkan dicegah. Dengan demikian, Anda bisa tetap menjalani kehamilan yang sehat dan persalinan yang aman.

Cornelia van der Ziel, dokter kandungan yang juga instruktur klinis bidang obstetri di Harvard Medical School, menegaskan bahwa kebanyakan perempuan dengan kelebihan berat badan memiliki kehamilan normal, dan bayi yang normal.

"Anda bisa overweight namun tetap memiliki kehamilan yang sehat. Ibu hamil yang obesitas bisa mengecilkan risikonya dengan makan sehat, latihan, dan mengikuti aturan tentang penambahan berat badan," papar penulis buku Big, Beautiful, and Pregnant: Expert Advice and Comforting Wisdom for the Expecting Plus-Size Woman ini.

Hampir 70 persen perempuan obesitas di Amerika mengatakan bahwa kehamilan mereka cukup baik, atau bahkan fantastis, dan hampir tiga dari empat perempuan yang mengalami postpartum mengatakan hal yang sama. Kalaupun ada kekhawatiran sebenarnya bisa dimaklumi. Sebanyak 47 persen perempuan meresahkan kesehatannya, terutama mengenai diabetes gestasional, penambahan berat badan, dan tekanan darah. Selain itu juga khawatir akan melahirkan bayi yang besar, harus menjalani operasi caesar, masalah punggung dan jantung, problem persalinan, hingga mengalami preeklampsia.

Sebaliknya, kebanyakan perempuan obesitas tetap yakin dengan kesehatan bayinya. Hanya satu dari lima perempuan yang mencemaskan pengaruh diabetes gestasional pada bayi, dan bahwa bayi akan lahir dengan berat badan berlebih.

Meskipun begitu, akan ada beberapa masalah yang tak bisa Anda hindari, yaitu:

1. Menemukan bra yang mampu menampung payudara yang membesar akan sulit. Kebanyakan perempuan memiliki ukuran pakaian 16-18 (43 persen), atau 20-24 (41 persen). Anda juga susah mencari pakaian hamil yang trendi, atau cocok untuk dikenakan ke kantor.

2. Anda tidak akan terlihat hamil sampai trimester ketiga, dan ini sering membuat Anda kesal. Sebab, dengan perut yang besar Anda bisa mengabarkan kehamilan Anda pada orang-orang di sekitar Anda. Banyak perempuan yang frustrasi karena malah dikira bertambah gemuk, dan bukannya hamil.

3. Anda tak akan merasa nyaman secara fisik. Perempuan obesitas umumnya mengeluhkan kelelahan, nyeri sendi, dan nyeri punggung. Atau, sekadar merasa tidak nyaman, bertambah besar dan berat, dan sulit bergerak. Yang lain, merasa energinya terkuras.

Di luar masalah tersebut, perempuan obesitas bisa tetap hamil dan menjalani persalinan dengan lancar. Menurut van der Ziel, pengalaman perempuan obesitas lain yang sukses melahirkan anak-anak yang sehat, dokter yang mampu memahami kondisi Anda, dan dukungan dari keluarga, akan membantu Anda menghasilkan kehamilan yang sehat Obesitas Bukan Masalah Untuk Hamil.
00.36 | 0 komentar | Read More

Butuh Keberanian Jika Ingin Langsing

Butuh Keberanian Jika Ingin Langsing Menurut Jillian Michaels, pelatih pada kompetisi The Biggest Loser, agar berhasil menurunkan berat badan yang dibutuhkan kita tak hanya harus paham bagaimana memilih makanan sehat dan berolahraga dengan benar, tapi juga butuh mental penghapus lemak tubuh. Mental ini akan membentuk persepsi kita menjadi sebuah keyakinan untuk sampai pada tubuh ideal yang kita inginkan.

Michaels adalah salah satu orang yang berhasil mengalahkan obesitas. Sewaktu dirinya berusia 13 tahun, beratnya sudah mencapai 77 kg. Pengalaman ini setidaknya menjadi gambaran nyata bagi dia untuk memahami mental seperti apa yang harusnya kita punya ketika berjuang menurunkan berat badan. Dan mental itu adalah:

Jangan pernah menoleh ke belakang. Bagi Michaels, bagaimana dulu teman-teman sebayanya mengejek dan memberi julukan padanya adalah hal jahat yang tak patut diingat. Jangan mau dijebak dengan persepsi negatif itu. Hal yang harus kita lakukan adalah mengubah dan memandang jauh ke depan. Bahwa pembabatan lemak yang menumpuk di tubuh harus dilakukan demi kualitas hidup yang baik. Bukan untuk orang lain tapi demi diri kita sendiri.

Buat target yang realistik, jangan terlalu menekan diri. Setelah kita memutuskan status kesehatan mana yang ingin kita nikmati, itu adalah tujuan realistis kita. Fokus pada tujuan itu dan capailah sesuai dengan kemampuan tubuh untuk mencapainya. Dengan mencoba santai tapi tetap pada pencapaian target, kita bisa lebih menikmati proses yang tengah dihadapi. Sehingga penyangkalan diri tak perlu berlama-lama menggagalkan program diet kita.

Saat gagal, janganlah menghukum diri terlalu berlebihan. Tidak selalu mudah untuk sampai pada "tempat tujuan". Sebab memang tak ada jaminan jalan kita akan selalu lurus karena tekad sudah membara di dalam dada. Itu mengapa ketika kita mengalami kegagalan atau merasa sangat tertekan, jangan justru menjadikan ini sebagai pertanda kita telah gagal, atau menjadi gemuk adalah takdir yang tak dapat dihapus. Apa yang harus kita lakukan, menurut Michaels, bangkit dan coba kalahkan tantangan dengan lebih kuat lagi. “Menyerah bukanlah semangat yang dimiliki seorang pejuang,” tegasnya.

Karena semuanya demi diri kita, lakukanlah yang terbaik! Semuanya adalah pilihan dan ketika kita sebagai orang dewasa memilih dengan sadar maka bertanggung jawablah terhadap pilihan tersebut. Rasa tanggung jawab ini akan membuat kita percaya diri dan tekun dalam melampaui tahapan-tahapan perjuangan mencapai target. Jadi jangan pernah beri yang tidak sempurna pada diri kita sendiri.

Agar kita selalu ingat dengan motivasi ini, cobalah print artikel ini, dan letakkan di tempat-tempat yang mudah untuk dilihat. Jika ingin menambahkan beberapa poin, lakukan, dan cobalah untuk mengingatnya sebagai obor kemenangan. Sehingga kita akan selalu tahu kemana harus melihat setiap kali mulai merasa tak bersemangat atau tak berhasil mencapai target. Selamat berjuang Butuh Keberanian Jika Ingin Langsing.
00.34 | 0 komentar | Read More

Bersahabat Dengan Temen Obesitas

Bersahabat Dengan Temen Obesitas Ingin punya tubuh yang ramping dan kencang? Banyak-banyaklah bergaul dengan teman yang memiliki tubuh seperti itu. Sebaliknya, menurut penelitian mengenai Indeks Massa Tubuh yang dilakukan Arizona State University, orang yang selalu dikelilingi teman-teman yang mengalami obesitas lama-kelamaan akan melebar lingkar pinggangnya.

Mengapa hal ini terjadi? Para peneliti meyakini bahwa dengan melihat orang-orang di sekitar yang berukuran besar, kita bisa terdorong untuk melihat bahwa obesitas adalah sesuatu yang normal. Alhasil, kita jadi terpicu untuk ikut makan lebih banyak. Semakin gemuk teman-teman kita, semakin besar kemungkinan kita menjadi ikut gemuk.

"Melihat obesitas telah menyebar di antara teman-teman dekat dan anggota keluarga, akan meningkatkan pertanyaan penting, bagaimana hal itu bisa menyebar," kata Daniel Hruschka, pemimpin studi ini.

Kita bisa membentuk suatu pemahaman mengenai ukuran tubuh yang pantas hanya dengan mengamati tubuh teman-teman kita, lanjut Hruschka. Akibatnya, hal ini mengubah pola makan dan latihan kita. "Jika kita bisa menemukan dengan tepat (alasan) mengapa obesitas menyebar di kalangan teman-teman dan keluarga, kita bisa tahu ke mana harus berfokus untuk menahan tingkat obesitas," ujarnya.

Meskipun begitu, tim peneliti tidak membuat kesimpulan yang pasti antara ukuran tubuh dan kelompok pertemanan. Mereka hanya berkeras bahwa penelitian ini memberikan petunjuk penting dalam menghadapi masalah obesitas yang terus meningkat Bersahabat Dengan Temen Obesitas.
00.32 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger